Laporan Pratikum Biologi Umum
PENGENALAH ALAT LABORATURIUM
Diajukan
untuk Memenuhi Syarat Mata Kuliah Biologi Umum
Disusun
oleh :
Nama : Hary prawira dharma
Nim : 4442141430
Kelas : 1 a
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
FAKULTAS PERTANIAN
JURUSAN AGOREKOTEKNOLOGI
2014
Kata
Pengantar
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Allhamdulillah, segala puji syukur marilah kita sampaikan
kehadirat allah SWT karena berkah nikmat karunia yang begitu besar, pada
kesempatan yang berbahagia ini kita masih istiqomah dalam menjalankan kewajiban
kita menuntut ilmu/belajar.
Shalawat serta salam senantiasa curahkan kepada Nabi
Muhammad SAW yang telah meberikan suritauladan yang baik bagi kita, semoga kita
sebagai umatnya dapat mengikuti sunah yang telah nabi kita anjurkan.
Alhamdulillah, laporan pratikum yang saya buat merupakan
hasil dari setelah saya melaksanakan pratikum biologi umum. Laporan yang saya
buat ini telah saya buat berdasarkan apa yang saya dapat dalam praktikum dan
laporan ini saya buat secara sistematis.
Saya juga ingin mengucapakan terimakasih yang
sebesar-besarnya kepada dosen pembimbing yang telah membantu saya dalam
melaksanakan agenda pratikum, tidak lupa juga saya mengucapkan permohonan maaf
yang sebesar-besarnya apabila dalam proses pratikum sampai dengan pembuatan
laporan pratikum kali ini banyak terdapat kekurangan.
Akhirnya, semoga laporan praktikum ini bermanfaat untuk
penlitian lanjutan. saya menyadari sebagai manusia
tidak luput dari kekurangan. Oleh karena itu , saya akan menerima jika ada saran maupun kritik terhadap laporan
praktikum yang telah saya susun ini.
Serang, 7 oktober 2014 M
Hary Prawira Dharma
Daftar isi
Kata
pengantar…………………………………………………………………… i
Daftar isi………………………………………………………………………….
ii
Bab I Pendahuluan
1.1
Latar Belakang……………………………………………………………… 1
1.2 Tujuan Pratikum……………………………………………………………..
3
Bab II Tinjauan Pustaka
2.1 Jenis-jenis alat…………………………………………………………….....
4
2.2
Mekanisme kerja alat……………………………………………………….. 4
Bab III Metodologi
Pratikum
3.1 Waktu dan Tempat…………………………………………………………..
8
3.2 Alat dan Bahan………………………………………………………………
8
Bab IV Hasil Pratikum
4.1
Hasil Pratikum………………………………………………………………. 9
Bab V Penutup
5.1
Simpulan…………………………………………………………………….. 12
5.2
Saran…………………………………………………………………………. 13
Daftar
pustaka
Lempiran
( 2 lembar )
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Menurut Plumer (1987), pada
pembelajaran sains termasuk biologi di dalamnya keberadaan laboratorium menjadi
sangat penting. Pada konteks proses belajar mengajar sains seringkali istilah
laboratorium diartikan dalam pengertian sempit yaitu ruangan yang di dalamnya
terdapat sejumlah alat-alat dan bahan praktikum.Laboratorium adalah tempat
belajar mengajar melalui media praktikum yang dapat menghasilkan pengalaman
belajar dimana mahasiswa berinteraksi dengan berbagai alat dan bahan untuk
mengobservasi gejala-gejala yang dapat diamati secara langsung dan membuktikan
sendiri sesuatu yang dipelajari. Pengenalan alat-alat laboratorium penting
dilakukan untuk keselamatan kerja saat melakukan penelitian.Alat-alat
laboratorium biasanya dapat rusak atau bahkan berbahaya jika penggunaannya
tidak sesuai dengan prosedur. Sebab pentingnya dilakukan pengenalan
alat-alat laboratorium adalah agar dapat diketahui cara-cara penggunaan alat
tersebut dengan baik dan benar, Sehingga kesalahan prosedur pemakaian alat
dapat di minimalisir sedikit mungkin. Hal ini penting supaya saat
melakukan penelitian, data yang diperoleh akan benar pula.
Pengenalan alat-alat praktikum
penting dilakukan guna untuk keselamatan kerja dalam melakukan proses
penelitian. Selain itu juga pengenalan alat praktikum bertujuan agar
mahasiswa mengetahui nama dan fungsi dari alat-alat tersebut. Alat-alat
praktikum sangat di butuhkan dalam proses penelitian atau pun prktikum terutama
dalam proses praktikum biologi. Ada banyak sekali alat-alat yang digunakan
dan mempunyai fungsi masing-masing didalam bidang keilmuan atau pun proses
penilitian tentu tentu alat-alat ini sangat di butuhkan sekali. Alat-alat
laboratorium juga dapat berbahasa jika terjadi kesalahan dalam prosedur
pemakaiannya. Maka diadakannya pengenalan alat-alat laboratorium agar
penggunaan alat tersebut dapat dipergunakan dengan fungsi dan prosedur yang
baik dan benar,sehingga kesalahan yang terjadi dapat di minimalisir
sedikit mungkin. Hal ini penting agar mendapatkan hasil penelitian yang baik
dan benar. Data-data yang tepat akan meningkatkan kualitas penelitian
seseorang. Dalam praktikum pengenalan alat-alat laboratorium akan dijelaskan
secara detail mengenai fungsi dan spesifikasi masing-masing alat tersebut.
Sterilisasi adalah usaha untuk membebaskan bahan-bahan dari mikrobia yang tidak
diinginkan (Soetarto dkk, 2008).
Jadi Alat-alat sterilisasi
adalah alat yang digunakan untuk membebaskan suatu bahan atau alat lain dari
mikrobia yang tidak diinginkan. Pada umumnya kegiatan praktek laboratium diarahkan
pada upaya supaya mahasiswa dituntut untuk menguji, memverifikasi atau
membuktikan hukum atau prinsip ilmiah yang sudah dijelaskan oleh
dosen, asisten dosen atau buku teks. Namun terdapat berbagai kelemahan
dasar dari cara seperti ini, secara logis prinsip ilmiah dan hukum alam tidak
dapat dibuktikan secara langsung prinsip ilmiah dan hukum alam juga tidak dapat
di uji hanya dengan jumlah percobaan yang terbatas yang dilakukan oleh
mahasiswa. Keterbatasan alat yang digunakan, keterampilan yang di miliki,
waktu yang singkat dan kompleksitas generalisasi, merupakan keterbatasan
percobaan mahasiswa yang menunjukkan hal yang hebat kalau mahasiswa bisa
menghasilkan prinsip secara teoritis (Soetarto dkk, 2008).
Pengenalan
alat ini juga akan menambah wawasan dan pengetahuan bagaimana cara kerja alat
tersebut besert fungsinya. Tentu dari sini kita bisa belajar bagaman
penggunaannya agar dalam penelitian kita nanti mendapatkan hasil yang akurat
dan dapat di percaya. Hasil penelitan tergantung dari proses penelitian, jika
penelitian baik dan penggunaan alatnya benar tentu hasil pengamatan kita baik
pula.alat-alat laboratorium juga tidak bisa digunakan jika tidak sesuai dengan
fungsinya maka dari itu kita harus teliti dan mebutuhkan pengetahuan bagaimana
mengunakan alat tersebut.alat-alat laboratorium juga banyak yang berbahaya
seperti alat yang harus seteril maka sebelum
menggunakan alat tersebut kita harus mensterilkan tangan kita.jika tidak hal
itu bisa mengganggu proses suatu penelitian dan tentunya akan berdampak pada
hasil penelitian tersebut. Perhatian terhadap penggunaan alat laboratorium
harus di perhatikan guna keselamatan (Laila, 2006).
1.2
tujuan pratikum
Tujuan pecobaan peralatan di
laboratorium ini adalah untuk mengetahui dan menguasai jenis – jenis alat, nama
masing – masing alat, prinsip kerja alat, fungsi alat yang baik dan benar.
Agar pada praktikum selanjutnya praktikum selanjutnya dapat berjalan
dengan baik.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Bab
ini akan menguraikan mengenai : (1)
Jenis – jenis alat dan (2) Mekanisme Alat – alat.
2.1 Jenis – Jenis Alat
2.1.1 Gelas Kimia
2.1.2 Labu
Erlenmeyer
2.1.3 Gelas
Ukur
2.1.4 Pipet
2.1.5 Cawan
2.1.6 Mortar dan Pastle
2.1.7 Spatula
2.1.8 Batang
Pengaduk
2.1.9 Labu Ukur
2..1.10 Preperat kaca
2.1.11 Mikroskop
2.1.12 Gelas Beaker
2.2
Mekanisme Alat – alat
2.2.1 Gelas Kimia
Gelas tinggi berdiameter besar dengan skala sepanjang
dindingnya, terbuat dari kaca borosilikat yang tahan panas, berfungsi untuk
mengukur volume larutan yang tidak memerlukan tingkat ketelitian yang tinggi,
menampung zat kimia, memanaskan cairan dan media pemanasan cairan.
2.1.2 Labu Erlenmeyer
Berupa gelas yang diameternya semakin ke atas semakin
kecil dengan skala sepanjang dindingnya, berfungsi untuk menyimpan dan
memanaskan larutan, menampung filtrate hasil penyaringan, dan menampung
titran ( larutan yang dititrasi) pada proses filtrasi.
2.2.3 Gelas
Ukur
Berupa gelas tinggi dengan skala disepanjang dindingnya,
terbuat dari kaca atau plastik yang tidak tahan panas, berfungsi untuk
mengukur volume larutan tidak memerlukan tingkat ketelitian yang
tinggi dalam jumlah tertentu.
2.2.4 Pipet
Alat untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu maupun
takaran bebas, berfungsi untuk mengambil cairan dalam jumlah tertentu secara
tepat (pipet seukuran), mengukur dan memindahkan larutan dengan volume tertentu
secara tepat ( pipet berukuran ), dan untuk mengambil cairan dalam skala kecil
(pipet tetes ).
2.1.5 Cawan
Terbuat dari porselen, berfungsi untuk menguapkan larutan.
2.1.6 Mortar dan Pastle
Terbuat dari kaca, porselen, atau batu granit berfungsi
untuk menghancurkan dan mencampurkan padatan.
2.1.7 Spatula
Berupa sendok panjang dengan ujung atasnya datar, terbuat
daristainless steel atau alumunium berfungsi untuk mengambil bahan
kimia yang berbentuk padatan dan dipakai untuk mengaduk larutan.
2.1.8 Batang Pengaduk
Terbuat dari kaca tahan panas berfungsi utnuk mengaduk
cairan kimia dalam gelas kimia.
2.1.9 Labu Ukur
Labu dengan leher yang panjang dan bertutup, terbuat dari
kaca dan tidak boleh terkena panas karena dapat memuai berfungsi untuk membuat
larutan dengan konsentrasi tertentu dan mengencerkan larutan.
21.10 kaca preparat
Kaca preperat
adalah sebuah kaca yang fungsinya adalah untuk mengamati objek pada mikroskop.
2.1.11
Mikroskop
Dari
hasil percobaan dan penelitian yang telah dilaksanakan maka diperoleh hasil
yaitu mikroskop terdiri atas bagain-bagian yang masing-masing bagian tersebut
mempunyai fungsi tersendiri. Lensa okuler berfungsi untuk memperbesar bayangan
yang bersifat maya dan tegak. Lensa objektif berfungsi untuk mengatur
pembesaran ukuran untuk kekuatan 4x, 10x, 40x, dan 100x. kondensor berfungsi
untuk mengatur bayangan yang akan diamati atau untuk menaikkan dan menurunkan
kondensor. Reflektor berfungsi untuk menerima cahaya yang masuk atau dapat
memperjelas cahaya yang akan datang. Tubuh mikroskop berfungsi untuk tempat
terjadinya proses bayangan antara lensa objektif dengan lensa okuler.
Makrofokus berfungsi untuk mengatur jarak okuler objektif sehingga tepat
fokusnya secara kasar dan jelas. Mikrofokus berfungsi untuk mengatur jarak
okuler sehingga tepat fokusnya secara tajam. Revolver berfungsi sebagai tempat
lensa objektif. Meja objek berfungsi untuk meletakkan preparat yang akan
diamati. Penjepit berfungsi untuk memperkokoh kedudukan perparat agar tidak
goyang. Pengatur kondensor berfungsi sebagai pengatur letak lensa kondensor
terhadap perparat. Pemegang (lengan) berfungsi untuk memegang mikroskop.
Diafragma berfungsi mengatur cahaya yang masuk dalam mikroskop. Kaki atau dasar
berfungsi untuk memperkokoh kedudukan mikroskop. Sekrup engsel berfungsi
menyesuaikan mikroskop yang baik.
2.1.12 Gelas Beaker
Beker atau kadang kala disebut sebagai gelas beker
adalah sebuah wadah penampung yang digunakan untuk: -mengaduk - mencampur -
memanaskan cairan yang
biasanya digunakan dalam laboratorium. Beaker glass secara umum berbentuk silinder
dengan dasar yang bidang dan tersedia dalam berbagai ukuran, mulai dari 1 mL
sampai beberapa liter. Beaker glass dapat terbuat dari kaca (umumnya
kaca borosilikat ataupun dari plastik). Beaker glass yang digunakan utk menampung zat
kimia yang korosif seperti asam atau zat- zat lainnya yang sangat reaktif
biasanya terbuat dari PTFE ataupun bahan-bahan yg reaktivitasnya rendah. Beaker glass dapat ditutup dengan kaca pengamat
untuk mencegah kontaminasi dan penyusutan zat. Beaker glass seringkali dibubuhi dengan ukuran
yang terdapat pada sisi beker yang mengindikasikan volume tertampung.
BAB III
METODOLOGI PRATIKUM
3.1 Waktu dan Tempat
Pratikum biologi umum”PENGENALAN ALAT LABORATURIUM” jurusan
agroekoteknologi kelas 1a dilaksanakan pada hari jum’at 09 oktober 2014 M/9
dzulhijah 1435 H pukul 07.30-09.00 di lab bioteknologi fakultas pertanian
Universistas Sultan Ageng Tirtayasa.
3.2 Alat dan Bahan
Alat dan
bahan yang di dunakan pada pratikum 1 biologi umum adalah : 1. Mikroskop
cahaya, 2. Cawan petri, 3. Preparat kaca, 4. pivet, 5. Gelas kimia, 6. Batang
pengaduk, 7. Labu Erlenmeyer, 8. Gelas sukun, 9.
Moltar, 10. Labu ukur, 11. Spatula.
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Pratikum
|
No
|
Table
Gambar
|
Nama
|
Fungsi
|
|
1.
|
|
Mikroskop
|
Untuk
melihat objek-objek yang kecil.
|
|
2.
|
|
Gelas
ukur 1
|
untuk mengukur volume suatu cairandan takaran benda
cair.
|
|
3.
|
|
Pivet
filler
|
untuk
memindahkan sejumlah volume larutan.
|
|
4.
|
|
Moltar
|
Menggerus dan
menghaluskan suatu zat
|
|
5.
|
|
Pivet
tetes
|
memindahkan larutan tetapi volumenya tidak di ketahui
|
|
6.
|
|
Kaca
preparat
|
Untuk
membantu mengidentifikasi mikroorganisme
|
|
7.
|
|
Gelas
beaker
|
Menampung bahan kimia
atau larutan dalam jumlah yang banyak
|
|
8.
|
|
. Erlenmeyer
|
Menyimpan dan
memanaskan larutan dan menampung filtrate hasil penyaringan.
|
|
9.
|
|
Gelas
ukur 2
|
Mengukur volume
larutan
|
|
10.
|
|
Labu
ukur
|
Untuk menampung dan mencampur larutan kimia.
|
BAB
V
PENUTUP
5.1 Simpulan
Kesimpulan yang dapat diperoleh dari
praktikum kali ini adalah sebagai berikut:
Alat-alat
laboratorium sangatlah beragam bentuknya dan juga fungsinya, oleh karena itu
praktikan dituntut untuk mengenal dan mengetahui semua alat yang akan ia
gunakan. Berikut ini adalah fungsi dari
beberapa alat yang ada di laboratorium biologi, di antaranya sebagai berikut :
1. Erlenmeyer berfungsi sebagai tempat zat yang di
titrasi dan dapat juga untuk memenaskan larutan.
2. Corong
berfungsi untuk membantu ketika memasukkan cairan ke dalam tempat yang sempit.
3. Beaker Glass berfungsi
untuk tempat larutan dan juga untuk memanaskan zat-zat.
4. Cawan Petri berfungsi
untuk membiakkan (kultivasi) mikroorganisme.
5. Labu Ukur berfungsi
untuk mendapatkan larutan zat tertentu yang nantinya hanya di gunakan dalam
ukuran zat terbatas hanya sebagai sampel dengan menggunakan pipet.
6. Gelas Ukur berfungsi
untuk mengukur volume suatu cairandan takaran benda cair.
7. Tabung Reaksi berfungsi
sebagai tempat zat-zat kimia di dalam laboratorium.
8. Pipet Tetes berfungsi
untuk memindahkan larutan tetapi volumenya tidak di ketahui
9. Mikroskop berfungsi untuk melihat benda-benda yang
sangat kecil sehingga
10. dapat terlihat oleh oleh mata
telanjang.
5.2 Saran
Dalam pratikum alangkah
baiknya penggunaan alat pratikum dapat di digunakan dengan hati-hati, karena
dalam pratikum biologi dasar banyak sekali alat yang sangat rawan penggunannya,
kemudian penggunaan mikroskop perlu adanya petunjuk yang jelas dalam
menggunakan mikroskop agar setiap hasil pratikum menjadi sesuai dengan apa yang
diinginkan.
Daftar
Pustaka
Achmad.H.
1993. Penentuan dasar pratikum kimia.
Depdikbud: ITB. Bandung.
Holand.
L.N.V. 1969. General laboratory apparatus.
Graha ilmu. Yogyakarta.
Kreatif,
S. 2013.Contoh Laporan pratikum. sikreatif.blogspot.com.
08 oktober : 13.20.
Marhan S, Ani.S. 2012. Laboratorium kimia pengelolaan dan manajemen. Graha. Yogyakarta.
Masec.
2013. Alat-alat dan fungsinya.
masechoamcp.blogspot.com. 09 oktober : 13.30.
Saputri,
E.N. 2013. Pengenalan alat laboratorium. noviaekasaputr.wordpress.com.
07 Oktober : 04.30.
Toni.
2012. Alat-alat kimia dan fungsinya. halamantonie.blogspot.com.
09 oktober : 14.15.
Lampiran
1.Mikroskop
2.Gelas ukur 1 3.Pivet fiiler
4.Moltar
5.Pivet Tetes
6.Kaca Preparat
7.Gelas Beaker 8.Gelas
Ukur 2 9.Labu Ukur
10.Erlenmeyer
11.Gambar Alat Lainnya



